Wakil Bupati Kaur Pimpin Rakor Tindak Lanjut Bencana Air Manjau Kecamatan Tetap

Wakil bupati Kaur Abdul Hamid saat memimpin rapat bersama OPD terkait, BPBD, Dinas PUPR, dan unsur Tripika Kecamatan terkait tidak lanjut bencana air Manjau Tetap pada Senin, 20 Mei 2026.

Bintuhan, judicialjustice.com – Kondisi Sungai Air Manjau di Kabupaten Kaur menjadi perhatian serius setelah menelan dua korban jiwa dalam kurun waktu Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Kaur pun bergerak cepat untuk mengambil langkah konkret guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, menegaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah instansi terkait akan segera melakukan penanganan menyeluruh. Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat bersama OPD terkait, BPBD, Dinas PUPR, dan unsur Tripika Kecamatan Tetap, pada Senin, 20 Mei 2026.

Menurut Abdul Hamid, kondisi aliran Sungai Air Manjau saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Sungai yang sebelumnya hanya melintasi satu desa kini meluas hingga ke empat desa akibat muara yang tidak mampu menembus laut.

Abdul Hamid menjelaskan Informasi dari masyarakat tertutupnya muara sungai menyebabkan aliran air meluap dan melebar ke wilayah pemukiman warga. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena meningkatkan risiko masyarakat terseret arus sungai.

“Setelah rapat ini, kami bersama BPBD, PUPR, dan unsur Tripika Kecamatan Tetap akan langsung melakukan peninjauan ke Sungai Air Manjau di Desa Sukaraja. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah teknis yang tepat dalam menangani persoalan aliran sungai,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah adalah membuka kembali jalur muara agar aliran sungai dapat langsung mengarah ke laut. Dengan demikian, diharapkan debit air dapat terkendali dan tidak lagi meluas ke kawasan pemukiman warga.

“Kita akan bergerak cepat dalam melakukan penanganan agar tidak ada lagi korban jiwa di masa mendatang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar sungai selama kondisi masih berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Julang Budaya Siak Jaga Peradaban dan Merawat Kebudayaan Melayu

Pemerintah Kabupaten Kaur memastikan akan terus berkoordinasi lintas sektor demi percepatan penanganan Sungai Air Manjau. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari.(herpin/ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *