GRANAT Pelalawan: Narkoba Lebih Berbahaya dari Zombie, Darurat Serius Ancam Generasi Bangsa

Keterangan foto : Ketua DPC GRANAT Kabupaten Pelalawan, Richard Simanjuntak, menegaskan bahaya narkoba di Pelalawan sudah berada pada kondisi darurat saat berada di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Pangkalan Kerinci, Kamis (22/1/2026).

PELALAWAN || judicialjustice.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Pelalawan, Richard Simanjuntak, angkat suara keras menanggapi press release Polsek Bandar Sei Kijang terkait penangkapan dua pengedar sabu di Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang pada hari selasa tanggal 20 Januari 2026.

Richard mengapresiasi langkah cepat dan tegas jajaran Polsek Bandar Sei Kijang yang berhasil mengamankan dua pelaku peredaran narkotika. Namun, ia menegaskan bahwa penangkapan demi penangkapan tidak boleh membuat publik terlena, sebab persoalan narkoba di Pelalawan sudah berada pada level darurat serius.

“Kalau kita hanya puas menghitung berapa orang yang ditangkap, maka kita sedang menipu diri sendiri. Narkoba di Pelalawan ini sudah seperti wabah, bahkan lebih berbahaya dari zombie. Ia menular, merusak, dan membunuh generasi secara perlahan,” tegas Richard, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, fakta bahwa berbagai desa di Kabupaten Pelalawan terus menjadi TKP penangkapan narkotika adalah alarm keras bahwa peredaran barang haram itu sudah melampaui kewaspadaan dan rasa takut masyarakat.

Richard menyoroti bahwa sepanjang tahun 2025 saja tercatat belasan kasus narkotika. Namun, akar permasalahan tak pernah tersentuh secara tuntas.

“Penangkapan itu bisa disebut keberhasilan secara taktis. Tapi secara strategis, kita gagal kalau bandar besarnya tetap aman, jaringan terus hidup, dan pengguna baru terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengkritik lemahnya peran pemerintah daerah dalam upaya pencegahan. Hingga kini, kata Richard, sangat jarang bahkan hampir tidak ada anggaran serius dalam APBD untuk sosialisasi bahaya narkoba maupun rehabilitasi korban penyalahgunaan.

“Jangan biarkan berita-berita penangkapan ini berlalu seperti angin. Sementara di lingkungan kita, anak-anak muda terus rusak. Kalau generasi sudah hancur sejak dini, mau dibawa ke mana masa depan daerah ini?” katanya dengan tegas.

Baca Juga:  Bupati Zukri dan DPRD Satukan Langkah, Arah Anggaran 2026 Difokuskan pada Percepatan Daerah

Ke depan, GRANAT Pelalawan menyatakan akan segera melakukan pendekatan resmi kepada Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, dan seluruh pihak berwenang untuk memperkuat kolaborasi nyata, bukan sekadar seremoni.

“Polisi tidak mungkin bekerja sendiri. Ini tanggung jawab bersama. Kalau kita abai, narkoba akan menjadi penyakit kronis yang menghancurkan Pelalawan dari dalam,” pungkas Richard.

Bacaan Lainnya

Ia menutup dengan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat agar melek, peduli, dan berani melawan narkotika, sebelum Pelalawan benar-benar menjadi daerah yang lumpuh oleh kerusakan generasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *