Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan

Keterangan Foto: Pdt. Saroeli Harefa, M.Th., menyampaikan pelayanan firman dalam Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci dengan tema “Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan”, Minggu (30/8/2026).

Pangkalan Kerinci – Judicial Justice| Ibadah Raya Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Jalan Lingkar Gg. Olivia No. 1, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, berlangsung dengan penuh sukacita dan penghayatan iman pada Minggu (30/8/2026).

Ibadah tersebut mengangkat tema “Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan” dengan dasar firman Tuhan dalam Matius 8:8.

Ibadah dilaksanakan di GKKD Pangkalan Kerinci dan dipimpin oleh PS. Betel Harefa, S.Th., selaku Gembala GKKD Pangkalan Kerinci. Pelayanan firman disampaikan Pdt. Saroeli Harefa, M.Th., Gembala GTDI Anugerah Batam.

Kehadiran pelayan Tuhan dari Batam tersebut memberikan penguatan bagi jemaat melalui pesan firman yang mengajak umat memahami iman bukan hanya sebagai keyakinan, tetapi juga sebagai sesuatu yang diwujudkan melalui karakter, kasih dan kehidupan sehari-hari.

Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan

Dalam pelayanan firman, Pdt. Saroeli Harefa menyampaikan tema “Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan” dengan dasar Matius 8:8.

“Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: ‘Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.’”

Pesan tersebut menggambarkan keyakinan seorang perwira terhadap kuasa Yesus. Ia percaya bahwa perkataan Tuhan memiliki kuasa untuk membawa kesembuhan, bahkan tanpa harus hadir secara langsung di rumahnya.

Melalui pesan tersebut, jemaat diajak memahami bahwa iman bukan sekadar ucapan, melainkan keyakinan yang harus terlihat dalam kehidupan dan hubungan dengan Tuhan.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut menggambarkan “level iman yang benar”, yaitu iman yang terus bertumbuh dan menghasilkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan serta kasih kepada sesama.

Dengan demikian, iman tidak berhenti pada kehidupan ibadah, tetapi harus tercermin melalui karakter dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih yang Tulus Menjadi Wujud Iman

Dalam materi khotbah, jemaat juga diajak memahami pentingnya kasih yang tulus. Kasih tidak hanya ditujukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama.

Baca Juga:  DLH Pelalawan Segel Stockpile Batu Bara PT MIA di KM 5 Pangkalan Kerinci Barat

Kasih yang tulus ditunjukkan dengan tidak memandang status, peduli kepada sesama, memberi tanpa syarat serta menjadi bagian dari kehidupan orang yang memiliki iman.

Pesan tersebut menegaskan bahwa iman yang hidup akan mendorong seseorang untuk menghadirkan kasih dalam hubungan dengan orang lain.

Selain itu, jemaat diingatkan bahwa Tuhan tidak mencari orang yang merasa hebat, melainkan hati yang mau merendahkan diri dan menyadari kekudusan Tuhan.

Jemaat Diingatkan Menjadi Sahabat Kristus

Khotbah juga mengangkat Yohanes 15:15: “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

Ayat tersebut menjadi pengingat mengenai kedekatan hubungan orang percaya dengan Kristus. Jemaat diajak tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga semakin mengenal dan memahami kehendak Tuhan dalam kehidupannya.

Melalui pesan tersebut, iman diharapkan membawa jemaat kepada hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan serta mendorong kehidupan yang dipenuhi kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Sambutan Gembala GKKD Pangkalan Kerinci

Dalam sambutannya, PS. Betel Harefa, S.Th., selaku Gembala GKKD Pangkalan Kerinci, menyampaikan sukacita atas pelaksanaan ibadah dan pelayanan firman yang diterima jemaat.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena ibadah raya hari ini dapat berlangsung dengan baik dan penuh sukacita. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus kita hidupi dalam keluarga, dalam pelayanan dan dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya setiap jemaat terus bertumbuh dalam iman, kesetiaan, kasih dan pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus,” terangnya.

Ia mengajak jemaat untuk membawa pesan firman yang diterima dalam ibadah ke tengah keluarga dan lingkungan masing-masing.

“Apa yang kita dengar hari ini kiranya menjadi kekuatan untuk kita jalani sepanjang minggu. Mari kita tetap setia dalam perkara-perkara kecil, menggunakan apa yang Tuhan percayakan dan menunjukkan kasih kepada sesama. Dengan demikian, iman kita dapat menjadi kesaksian melalui kehidupan kita,” tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Husni Tamrin Galakkan Sedekah Subuh, Setiap Rabu Berbagi di Masjid Berbeda

Jemaat Sambut Firman dengan Sukacita

Salah seorang warga gereja, Junius, menyambut sukacita pesan firman yang disampaikan dalam ibadah tersebut. Menurutnya, khotbah tentang iman memiliki hubungan erat dengan kehidupan bersama keluarga.

“Saya sangat bersukacita mengikuti ibadah hari ini. Firman tentang iman yang menggerakkan hati Tuhan benar-benar mengingatkan saya bahwa dalam kehidupan bersama keluarga, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, sekalipun menghadapi berbagai keadaan. Apa yang kita imani bukan hanya disampaikan di gereja, tetapi harus terlihat dalam cara kita menjalani kehidupan setiap hari, saling mengasihi, menjaga keluarga dan tetap mengandalkan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat,” tuturnya.

Junius menilai pesan tentang iman dan kasih menjadi pengingat bagi jemaat untuk terus menyatakan kecintaan kepada Tuhan melalui kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya, menyayangi Tuhan bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan tetap percaya, bersyukur, menjaga keluarga dan berusaha melakukan apa yang baik sesuai dengan firman Tuhan. Itulah yang saya rasakan dari khotbah minggu ini dan yang ingin saya terus imani dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga,” ucapnya.

Iman Diharapkan Terwujud dalam Kehidupan

Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci menjadi momentum bagi jemaat untuk memperkuat iman dan menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan melalui Matius 8:8, dan Yohanes 15:15 menekankan bahwa iman perlu bertumbuh dan diwujudkan melalui kebajikan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih yang tulus serta hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan.

Melalui ibadah tersebut, jemaat diharapkan tidak hanya menerima firman di dalam gereja, tetapi juga membawanya ke dalam keluarga dan lingkungan. Iman yang bertumbuh diharapkan terlihat melalui karakter, kasih, kepedulian dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, tema “Iman yang Menggerakkan Hati Tuhan” menjadi ajakan bagi setiap jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman, hidup dalam kasih dan menjadikan kehidupannya sebagai kesaksian tentang Yesus Kristus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *