Kapolda Riau Beri Nama Anak Gajah Sumatera “Nona Seroja”, Simbol Harapan Baru Tesso Nilo

JUDICIALJUSTICE.COM – PELALAWAN | Kelahiran seekor anak gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo membawa kabar menggembirakan bagi upaya pelestarian satwa liar di Provinsi Riau. Anak gajah betina tersebut resmi diberi nama Nona Seroja oleh Kapolda Riau, Herry Heryawan.

Pemberian nama tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan mengandung makna mendalam tentang harapan, ketangguhan, dan masa depan konservasi gajah Sumatera di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan Tesso Nilo.

Nona Seroja Jadi Simbol Harapan Baru Tesso Nilo

Dalam pernyataannya, Kapolda Riau Herry Heryawan mengaku merasa tersanjung dan terhormat ketika diminta memberikan nama kepada anak gajah Sumatera yang baru lahir tersebut.

Sebelum menetapkan nama, ia terlebih dahulu berkoordinasi dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni.

“Saya merasa tersanjung dan terhormat ketika diminta untuk memberikan nama kepada anak gajah Sumatera yang baru lahir di Taman Nasional Tesso Nilo. Sebelum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan RI, Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah, beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan,” ujar Herry Heryawan.

Menurutnya, nama Nona Seroja dipilih karena memiliki filosofi yang sangat erat dengan kondisi Tesso Nilo saat ini.

Filosofi Nona Seroja untuk Konservasi Gajah Sumatera

Kapolda menjelaskan bahwa seroja merupakan bunga yang tumbuh dari lumpur yang keruh, namun mampu berkembang dan mekar dengan indah di atas permukaan air.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  DLH Pelalawan Segel Stockpile Batu Bara PT MIA di KM 5 Pangkalan Kerinci Barat

Filosofi tersebut menggambarkan harapan yang tetap tumbuh meski di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan konservasi.

“Nama Nona Seroja dipilih bukan tanpa alasan. Seroja adalah bunga yang tumbuh dari lumpur yang keruh, namun mampu mekar dengan bersih, indah, dan menawan di atas permukaan air. Filosofi inilah yang saya rasa sangat dekat dengan kondisi Tesso Nilo saat ini,” katanya.

Ia menilai kelahiran anak gajah tersebut menjadi simbol kemurnian, ketangguhan, dan optimisme bagi masa depan pelestarian satwa liar di Indonesia.

Kelahiran Anak Gajah Sumatera Bawa Optimisme Baru

Herry Heryawan mengatakan, kehadiran Nona Seroja menjadi pengingat bahwa alam masih memberikan harapan bagi manusia untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan konservasi, lahirnya Nona Seroja menjadi simbol harapan baru. Ia melambangkan kemurnian, ketangguhan, dan optimisme. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa di tengah segala persoalan dan tantangan, alam selalu memberikan kesempatan bagi harapan untuk tumbuh dan mekar,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa waktu terakhir masyarakat sempat berduka akibat berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di kawasan Tesso Nilo. Namun, kelahiran anak gajah tersebut menjadi kabar baik yang membawa semangat baru bagi upaya konservasi.

“Beberapa waktu lalu kita berduka atas berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di Tesso Nilo. Hari ini, Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini adalah pertanda bahwa harapan untuk menjaga kelestarian Tesso Nilo dan masa depan gajah Sumatera masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Ajakan Menjaga Kelestarian Tesso Nilo

Kapolda Riau berharap Nona Seroja dapat tumbuh sehat dan hidup bebas di habitat alaminya sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia yang harus dijaga bersama.

Baca Juga:  Dugaan Penyalahgunaan Distribusi BBM Bersubsidi di SPBU 14.283.690 Dundangan Dilaporkan ke Polres Pelalawan

“Semoga Nona Seroja tumbuh sehat, kuat, dan bebas berkeliaran di habitat alaminya. Semoga ia menjadi simbol kebangkitan konservasi, pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan,” tuturnya.

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan habitat satwa liar agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Menutup pesannya, Herry Heryawan menyampaikan slogan yang selama ini menjadi semangat dalam upaya pelestarian lingkungan dan satwa liar.

“Melindungi Tuah, Menjaga Marwah. Save Elephant, Save Earth.”

 

Sumber : Kapolda Riau Herry Heryawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *