Keluarga Besar Ama Edi Zalukhu Hadiri Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, “Unity – Kesatuan Hati” Jadi Pesan yang Menguatkan

PANGKALAN KERINCI, RIAU – Judicial Justice | Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pangkalan Kerinci menggelar Ibadah Raya yang terbuka untuk umum, mengangkat tema “UNITY – Kesatuan Hati”, dengan Pdm. Beatrix Englin, Q,SP sebagai pembicara. Minggu (20/9/2026). Pukul 10.00 Wib.

Ibadah tersebut berlangsung dalam suasana persekutuan dan kebersamaan. Pada kesempatan itu, Keluarga Besar Ama Edi Zalukhu turut melakukan kunjungan ibadah dan bersekutu bersama jemaat GKKD Pangkalan Kerinci.

Keluarga yang hadir di antaranya Keluarga Ama Amos Zalukhu, Keluarga Ama Viana Zalukhu, Keluarga Ama Gilbert Zalukhu, Keluarga Ama Nathanael Lase, Keluarga Ama Wahyu Waruwu dari Medan, Keluarga Ama Fitri Lase, Keluarga Ama Kezia Gulo, Keluarga Ota Zalukhu, serta Keluarga Ama Felik Zalukhu.

Kehadiran keluarga besar tersebut menjadi bagian dari momen kebersamaan untuk bersama-sama memuji Tuhan, mendengarkan firman, serta mempererat tali persaudaraan. Bagi keluarga yang berkunjung, ibadah ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh penguatan rohani melalui pesan firman Tuhan yang disampaikan.

Firman Tuhan Mengajak Hidup dalam Kesatuan

Dalam khotbahnya, Pdm. Beatrix menyampaikan pentingnya kehidupan yang sehati, sepikir, saling mengasihi, dan menjaga persatuan di tengah keluarga, jemaat, maupun masyarakat.

Pesan tersebut antara lain didasarkan pada Roma 12:16-21, 1 Korintus 1:10-13, 1 Korintus 3:3, 1 Korintus 6:7, serta Kisah Para Rasul 2:42, 46-47.

Melalui 1 Korintus 1:10, jemaat diingatkan agar tidak hidup dalam perpecahan, melainkan tetap bersatu dan sehati sepikir. Kesatuan tidak berarti bahwa setiap orang harus mempunyai karakter, latar belakang, atau pendapat yang sama. Namun, perbedaan tersebut perlu ditempatkan dalam kasih dan tujuan yang sama di dalam Kristus.

Pdm. Beatrix juga menekankan bahwa kesatuan membutuhkan kerendahan hati. Roma 12:16-18 mengajarkan agar orang percaya tidak menganggap diri paling pandai serta sedapat mungkin hidup dalam perdamaian dengan semua orang.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Minas Timur, Bupati Siak Tegaskan Kesetiaan Bersama Masyarakat

Firman Tuhan juga memberikan prinsip dalam menghadapi konflik:

“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Roma 12:21 (TB).

Pesan tersebut menjadi pengingat agar persoalan tidak dibalas dengan kebencian, melainkan dihadapi dengan kasih, pengampunan, dan keinginan untuk menjaga perdamaian.

Kesatuan Dimulai dari Keluarga

Tema “Unity – Kesatuan Hati” menjadi relevan bagi kehidupan keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan karakter, pandangan, dan cara berpikir merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Namun, perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan. Justru melalui perbedaan, setiap orang dapat belajar mendengar, memahami, mengampuni, dan saling menopang.

Bagi Keluarga Besar Ama Edi Zalukhu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk tidak hanya berkumpul sebagai keluarga, tetapi juga bersama-sama menerima siraman firman Tuhan.

Salah seorang perwakilan keluarga menyampaikan kesan bahwa pesan yang disampaikan dalam ibadah menjadi pengingat penting untuk terus menjaga persaudaraan.

“Kami bersyukur bisa hadir dan beribadah bersama di GKKD Pangkalan Kerinci. Tentu saja Gereja GKKD di Jalan Olivia ini bisa kami jangkau dan membawa keluarga kami beribadah, juga ada yang dari Medan. Hal ini pasti membuat kami bahagia. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kami bahwa kesatuan harus dimulai dari hati. Sebagai keluarga, kami perlu terus saling mengasihi, menguatkan, dan mengampuni. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpisah. Bagi kami, ibadah ini menjadi siraman rohani dan kesempatan untuk semakin mempererat persaudaraan di dalam Tuhan.” tutur Noperius Zalukhu.

Jemaat Dikuatkan melalui Persekutuan

Kehadiran Keluarga Besar Ama Edi Zalukhu turut memberikan warna dalam persekutuan jemaat. Pertemuan dalam ibadah menjadi kesempatan bagi jemaat dan keluarga yang hadir untuk saling menyapa, membangun hubungan, dan bersama-sama menikmati firman Tuhan.

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Siak Dikukuhkan Jadi Duta Zakat, Harap Pengumpulan Zakat Meningkat

Pesan yang disampaikan juga mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya berkaitan dengan hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga dengan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Kesatuan membutuhkan kemauan untuk mengesampingkan ego, menjaga perkataan, menyelesaikan persoalan dengan kasih, serta memberikan ruang bagi pengampunan.

Hal tersebut sejalan dengan gambaran jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:42, 46-47. Mereka tekun dalam pengajaran rasul-rasul, persekutuan, pemecahan roti, dan doa. Mereka berkumpul dengan sehati dan hidup dalam ketulusan hati.

Kehidupan jemaat mula-mula tersebut menjadi gambaran bahwa persekutuan yang dibangun dalam kasih dapat menjadi kesaksian bagi lingkungan di sekitarnya.

“Satu Hati, Satu Kasih, Satu Tujuan”

Melalui Ibadah Raya ini, jemaat GKKD Pangkalan Kerinci dan keluarga yang hadir kembali diingatkan untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan bersama.

Kesatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan belajar untuk tetap berjalan bersama di tengah perbedaan. Ketika kasih, kerendahan hati, pengampunan, dan perdamaian menjadi dasar hubungan, persaudaraan dapat terus dipelihara.

Kunjungan Keluarga Besar Ama Edi Zalukhu dalam ibadah tersebut pun menjadi momentum untuk bersama-sama menerima firman Tuhan dan mempererat persekutuan dalam iman.

Semangat yang dibawa dalam ibadah hari itu terangkum dalam pesan:

“Jangan biarkan perbedaan memecahkan persaudaraan. Jangan biarkan ego menghancurkan kesatuan. Mari hidup sehati, saling mengasihi, dan bersama-sama memuliakan Kristus.” ungkpanya.

“UNITY – KESATUAN HATI” Satu hati, satu kasih, satu tujuan, satu di dalam Kristus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *