Pdm. Ulinawati Sampaikan Pesan Iman: Tetap Setia kepada Tuhan di Tengah Penderitaan

PELALAWAN –  Judicial Justice |  Jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pangkalan Kerinci diajak untuk tetap kuat, setia, dan tidak kehilangan pengharapan kepada Tuhan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pesan tersebut menjadi inti firman Tuhan dalam Ibadah Raya GKKD Pangkalan Kerinci, Minggu (1/11/2026), dengan tema “Melewati Penderitaan Bersama Yesus”.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdm. Ulinawati, S.Pd., yang mengangkat perjalanan hidup Yusuf sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian. Melalui kisah tersebut, jemaat diajak memahami bahwa penderitaan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang ketika tetap berjalan dalam kesetiaan kepada Tuhan.

Dalam penyampaiannya, Pdm. Ulinawati menjelaskan bahwa Yusuf pernah mengalami berbagai penderitaan. Berawal dari anak kesayangan ayahnya, Yusuf kemudian dibuang oleh saudara-saudaranya, dijual menjadi budak, difitnah hingga harus menjalani hukuman penjara. Meskipun mengalami perlakuan tidak adil dan kehilangan banyak kesempatan, Yusuf tetap memilih melakukan hal yang baik di hadapan Tuhan serta tidak menyimpan dendam terhadap orang-orang yang telah menyakitinya.

“Melalui perjalanan hidup Yusuf, kita belajar untuk tetap kuat ketika menghadapi penderitaan. Sekalipun mengalami penolakan, fitnah, ketidakadilan, dan berbagai keadaan yang tidak menyenangkan, kita harus tetap setia melakukan yang baik di hadapan Tuhan. Jangan membalas kejahatan dengan dendam, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang tetap berharap dan setia kepada-Nya,” demikian pesan firman yang disampaikan Pdm. Ulinawati.

Lebih lanjut, terdapat tiga pelajaran penting dari kehidupan Yusuf yang menjadi penguatan bagi jemaat. Pertama, Tuhan selalu membuat berhasil setiap pekerjaan yang dilakukan dalam penyertaan-Nya, sebagaimana tertulis dalam Kejadian 39:3. Kedua, Tuhan senantiasa menyertai dan melimpahkan kasih setia-Nya, sebagaimana dicatat dalam Kejadian 39:21. Ketiga, kesetiaan Yusuf pada akhirnya membawanya kepada promosi Tuhan hingga dipercaya menjadi penguasa di seluruh tanah Mesir, sebagaimana tertulis dalam Kejadian 41:41.

Baca Juga:  KUA Sail Gelar Sholat Istisqo dan Tabligh Akbar Maulid Nabi

Pesan tersebut mengingatkan jemaat bahwa keadaan sulit tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan Tuhan. Sebaliknya, setiap proses kehidupan hendaknya dijalani dengan iman, kesabaran, ketulusan, dan hati yang tetap mengampuni.

Dalam kesempatan itu, jemaat juga diingatkan mengenai pentingnya menjadikan ibadah sebagai bagian utama dalam kehidupan. Hal tersebut sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Timotius 4:8: “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Melalui ibadah memasuki bulan November 2026, jemaat diajak untuk memperbarui komitmen iman, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, serta percaya bahwa setiap bulan dan perjalanan kehidupan berada dalam penyertaan-Nya.

Ibadah Raya GKKD Pkl. Kerinci ini menjadi momentum untuk kembali menguatkan iman dan mengingat bahwa bersama Yesus, setiap orang percaya dimampukan melewati berbagai penderitaan dengan tetap memiliki pengharapan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *