Swiss dan UNDP Dukung Siak Kabupaten Hijau Berkelanjutan

JUDICIALJUSTICE.COM – SIAK | Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi dan kunjungan lapangan dari perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Pertanian di Kabupaten Siak, Jumat (19/6).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan berbagai program lingkungan hidup yang telah berjalan di Kabupaten Siak sekaligus mempelajari implementasi kebijakan Siak Kabupaten Hijau sebagai model pembangunan daerah yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Komitmen Siak Kabupaten Hijau Perkuat Pembangunan Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Siak menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam dan mewujudkan pembangunan berbasis ekologi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara sendiri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi multipihak atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi dan misi kami untuk mewujudkan Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi membutuhkan dukungan serta kemitraan strategis dari berbagai pihak, termasuk mitra internasional,” ujar Afni.

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Siak telah memiliki fondasi kebijakan yang kuat melalui Peraturan Daerah tentang Siak Kabupaten Hijau. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak juga membentuk Tim Siak Hijau sebagai wadah koordinasi multipihak yang berfungsi memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama pembangunan hijau antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan lembaga pembangunan internasional.

Menurut Afni, keberadaan Tim Siak Hijau menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh dukungan program pembangunan berkelanjutan dapat berjalan secara terkoordinasi, selaras dengan kebutuhan daerah, serta mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Siak.

Program Siak Pelalawan Landscape Dorong Konservasi dan Ekonomi Hijau

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Tim Kesehatan Perkuat Pendampingan Jemaah Haji Siak

Di Provinsi Riau, Program Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) yang difasilitasi oleh Daemeter dan Proforest saat ini hanya dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.

Program tersebut berfokus pada perlindungan lanskap berkelanjutan melalui konservasi kawasan hutan, rehabilitasi ekosistem pesisir dan mangrove, restorasi gambut, penguatan perhutanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik ekonomi berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, program ini juga memberikan dukungan terhadap percepatan sertifikasi ISPO bagi petani sawit swadaya agar produktivitas ekonomi masyarakat dapat terus meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Bupati Afni menekankan bahwa berbagai program yang didukung oleh UNDP dan mitra internasional harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendukung agenda pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang masuk ke Kabupaten Siak berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah. Kolaborasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Afni, pembangunan hijau bukan hanya berbicara mengenai perlindungan lingkungan, tetapi juga bagaimana menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat tanpa merusak sumber daya alam yang dimiliki daerah.

Perlindungan Satwa Liar Jadi Prioritas Siak Kabupaten Hijau

Salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Siak adalah perlindungan koridor satwa liar seperti harimau Sumatera, gajah, beruang madu, dan tapir yang masih ditemukan di sejumlah kawasan hutan di Siak.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara satwa dan manusia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Pemerintah daerah bersama para mitra pembangunan terus mendorong penguatan kawasan konservasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga habitat satwa liar.

Baca Juga:  Pelalawan Ukir Prestasi Nasional, Duduki Wakil Ketua Umum AKPSI

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Siak Kabupaten Hijau dalam menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi aset penting bagi keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Delegasi Internasional Tinjau Kawasan Hijau dan Warisan Budaya Siak

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Siak juga mendampingi para delegasi internasional meninjau sejumlah lokasi dan kawasan penting di Kabupaten Siak.

Selain berdiskusi mengenai pengelolaan lingkungan dan pembangunan hijau, para tamu diajak melihat secara langsung wajah Kota Siak, kawasan hijau, serta kekayaan sejarah dan budaya daerah, termasuk mengunjungi Istana Siak sebagai salah satu ikon warisan budaya Melayu.

Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Siak Pelalawan Landscape Program, Jimmy Widopo, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan secara konsisten.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *