PELALAWAN – Judicial Justice | Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pangkalan Kerinci menggelar Ibadah Raya dengan tema “Penyerahan Anak”. Ibadah yang berlangsung di GKKD Pangkalan Kerinci tersebut mengangkat firman Tuhan dari Markus 10:14, yang mengingatkan pentingnya membawa anak-anak datang kepada Tuhan. Minggu (8/11/2026), pukul 10.00 Wib.
Dalam ibadah tersebut, Ps. Betel Harefa, S.Th., hadir sebagai pembicara. Melalui penyampaian firman Tuhan, ia mengajak jemaat untuk senantiasa menjalani kehidupan dengan berfokus kepada Tuhan Yesus serta mengandalkan tuntunan-Nya dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup.
Mengangkat pesan dari Amsal 4, Ps. Betel menekankan bahwa setiap orang percaya perlu menjaga arah pandangan dan perjalanan hidup agar tetap tertuju kepada Tuhan. Menurutnya, dalam menghadapi persoalan, manusia tidak seharusnya menganggap setiap pergumulan sebagai sesuatu yang biasa, melainkan menjadikan Tuhan sebagai tempat untuk berharap dan meminta tuntunan.
“Kalau kita mau menjalani hidup ini dengan fokus mengandalkan Tuhan dan mengikuti tuntunan-Nya, ketika menghadapi pergumulan tentu kita harus mengandalkan Tuhan. Namun, terkadang ada orang yang menjalani suatu masalah seolah-olah hal itu biasa saja. Melalui firman ini, kita dituntun untuk mengarahkan pandangan dan perjalanan hidup hanya kepada Tuhan Yesus,” ujar Ps. Betel Harefa.
Pesan tersebut mengingatkan jemaat bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Karena itu, setiap persoalan perlu dihadapi dengan iman, sembari tetap menjadikan Tuhan sebagai pedoman dan sumber kekuatan dalam mengambil langkah kehidupan.
Sementara itu, tema “Penyerahan Anak” yang berlandaskan Markus 10:14 mengingatkan kembali pesan Yesus tentang pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk datang kepada-Nya. Penyerahan anak juga menjadi momentum bagi orang tua untuk menyadari tanggung jawab dalam membimbing, mendidik, dan memperkenalkan anak kepada nilai-nilai iman sejak dini.
Dalam pesan firman tersebut, Ps. Betel Harefa juga mengingatkan para orang tua agar menyadari bahwa kehadiran seorang anak bukan sekadar kebahagiaan dalam keluarga, melainkan anugerah sekaligus kepercayaan istimewa yang diberikan Tuhan. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, merawat, dan membimbing anak dalam kasih serta tuntunan Tuhan.
“Sadari bahwa apa yang kita miliki hari ini adalah anugerah Tuhan. Anak yang dipercayakan kepada kita merupakan hak istimewa sekaligus kepercayaan dari Tuhan. Oleh karena itu, jagalah, rawatlah, dan bimbinglah anak tersebut dengan penuh kasih dan tanggung jawab, agar ia bertumbuh dalam tuntunan dan kehendak Tuhan,” pesannya.
Melalui ibadah raya tersebut, jemaat diajak untuk tidak hanya menjalankan kehidupan secara rutinitas, tetapi juga terus membangun hubungan dengan Tuhan, mengandalkan-Nya dalam setiap keadaan, serta menanamkan nilai-nilai iman dalam kehidupan keluarga.
Ibadah berlangsung dengan suasana penuh sukacita, sekaligus menjadi kesempatan bagi jemaat untuk kembali memperkuat iman dan komitmen dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan.









