Dugaan MBG Berulat di SDN Bernas Binsus, Petugas Akui Tak Pernah Cek Makanan Sebelum Dibagikan

JUDICIALJUSTICE.COM – Pelalawan | Sikap seorang petugas penerima dan pembagi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bernas Binsus, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi sorotan setelah mengaku tidak pernah memeriksa kondisi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Pengakuan tersebut muncul saat Media ini melakukan konfirmasi terkait dugaan MBG berulat yang dibagikan kepada siswa saat makan siang disekolah.

Baca juga: Dugaan MBG Berulat SDN Bernas Binsus Pelalawan https://judicialjustice.com/dugaan-mbg-berulat-sdn-bernas-binsus-pelalawan/

Petugas tersebut enggan memberikan keterangan secara terbuka dan tidak bersedia menyebutkan namanya saat dikonfirmasi wartawan.

“Terkait MBG kan, saya tidak tau. Tanyakan sama sekuriti. Kan dia yang kasih berita kan. Saya tau dia yang ngasi kasih berita karena pihak MBG menghubungi saya. Mengatakan Bu, ada wartawan? Kok ada yang ngasi nomor saya sama orang wartawan? Darimana Bapak dapatkan informasi itu tanyakan sama orangnya,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, petugas penerima MBG tersebut kembali menegaskan dirinya hanya menerima dan membagikan makanan tanpa melakukan pengecekan terhadap kondisi menu yang diberikan kepada siswa.

“Saya hanya memasukan rantang ke situ dan menerima rantang udah selesai. Saya tidak menengok-nengok MBG. Pokoknya pak saya nggak tau menahu soal MBG, yang saya tau hanya menerima MBG. Dan soal masalah apapun tanyakan sama yang bersangkutan. Pokoknya saya menerima MBG, saya kasih sama anak, sudah selesai, itu tugas saya pak,” lanjutnya.

Hal tersebut menjadi sorotan karena makanan yang dikonsumsi siswa seharusnya dipastikan dalam kondisi layak, bersih dan aman sebelum dibagikan kepada anak-anak di lingkungan sekolah.

Bahkan, saat ditanya apakah dirinya melakukan pemeriksaan terhadap menu MBG sebelum dibagikan kepada siswa, petugas tersebut secara tegas mengatakan tidak pernah melakukan pengecekan sama sekali.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Pembunuhan Minta Polres Pelalawan Segera Tetapkan Para Tersangka 

“Saya nggak check ini MBG, menunya pun saya nggak check, dah dimakan dah selesai. Pokoknya pak saya tidak bersangkutan dengan siapapun disini yang saya menerima MBG,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun ini menunjukkan lemahnya pengawasan dalam proses distribusi makanan di lingkungan sekolah. Sebagai pihak yang menerima dan membagikan makanan kepada murid, petugas sekolah seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan makanan yang diterima siswa berada dalam kondisi layak konsumsi.

Alih-alih memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan MBG berulat, petugas penerima MBG tersebut justru meminta wartawan menghubungi pihak lain.

“Bapak konfirmasi aja sama yang bersangkutan, atau kepada kepala sekolah. Pihak Dapur MBG juga telah memberitahukan ke saya kemarin. Bapak dapat informasi dari sekuriti tanya aja sama dia. Saya hanya menerima MBG dari pihak dapur dan membagikan kepada murid. Itu aja,” pungkasnya. Rabu (13/5/2026).

Sikap petugas dari pihak sekolah tersebut juga menuding informasi media diperoleh dari sekuriti sekolah. Padahal, informasi yang diterima media berasal dari salah seorang warga. dan media ini juga belum pernah bertemu dengan sekuriti yang dimaksud.

Dugaan MBG berulat ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik sekarang dan ke depannya. Program yang seharusnya mendukung tumbuh kembang anak dengan makanan sehat dan bergizi justru dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila pengawasan makanan tidak dilakukan secara maksimal sebelum dikonsumsi siswa.

Media ini sudah dua kali melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah, namun tidak berhasil bertemu dengan Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah. Bahkan saat menemui salah seorang guru selaku petugas penerima MBG di sekolah tersebut, untuk menguji kebenaran informasi. Sebaliknya, petugas penerima MBG dari SDN BERNAS BINSUS tidak bersedia memberikan keterangan secara terbuka.

Baca Juga:  Santri di Pelalawan Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Dirawat Intensif di Pekanbaru

Saat ditanya kepada Guru yang lain di kantor mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang ada kegiatan lain di luar sekolah dan Wakil Kepala Sekolah sedang ada kegiatan Kepramukaan.

Konfirmasi Kepada plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Leonardo, S.Pd., M.M untuk meminta tanggapannya terkait tugas salah satu petugas yang menerima dan membagikan MBG terhadap siswa dalam kapasitas satuan pendidikan. Namun, belum berhasil karena Kadis sedang ada kegiatan.

“Lagi pertemuan Pak sama Dit SMA kementerian,” jelasnya singkat.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG, sistem pengawasan distribusi makanan, hingga standar kebersihan makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Selain itu, pihak sekolah dan instansi terkait juga diharapkan tidak menutup diri terhadap konfirmasi media agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat dijelaskan secara transparan dan terang benderang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *