JUDICIALJUSTICE.COM – PELALAWAN | Harga kelapa semakin hari semakin merosot, namun pemerintah masih belum memberikan solusi konkrit untuk masyarakat petani kelapa. Hari ini kita melihat khususnya di Pelalawan Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti (Desa labuhan bilik dan gambut mutiara) bertumpu pada perkebunan kelapa.
Akhir-akhir ini yang digalakkan adalah tentang peremajaan kelapa, namun terhadap harga yang semakin merosot seolah tidak ada solusi. Khususnya untuk wilayah Riau pabrik hanya ada 1 yakni Sambu Grup.
Berbeda dengan perkebunan sawit pabriknya menggurita, dan masyarakat petani kelapa berharap Pemda tidak tutup telinga terhadap keluhan masyarakat terhadap harga kelapa yang semakin merosot.
“Kami sebagai putra daerah Kuala Kampar yang besar karna hasil kebun kelapa turut prihatin dengan harga kelapa saat ini, terkait peremajaan kami apresiasi dan pernah dilakukan rapat permasalahan kebutuhan peremajaan kelapa di Juni 2025 bersama disbun dan komisi 2 DPRD provinsi Riau dan Alhamdulillah dari APBN dapat bantuan peremajaan kelapa di Desa Sungai Emas. Namun saat ini yang membuat miris adalah harga kelapa yang semakin merosot. Harapan kami dinas terkait membuka dan mencari kran ekspor dan kedepan harapan nya adalah pengelolaan sendiri, karena hasil kelapa di Kuala Kampar tidak diragukan soal kualitas dan kuantitasnya,” jelas Ali ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan. Jumat (31/72026).
Di akhir tahun 2025 harga kelapa sempat membahagiakan petani kelapa mencapai angka 6000/kg,dan pada saat itu terjadi persaingan antara pembeli dari luar negeri dan Sambu Grup.
“Kita optimis kalau pemerintah mau,pasti ada solusinya,” tutup Ali.









