Cegah Karhutla Berulang, Tim Penyuluhan Mabes TNI Sambangi Polres Pelalawan

PELALAWAN – Judicial Justice | Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI melaksanakan silaturahmi dan penyuluhan di ruang kerja Kapolres Pelalawan. Kamis (17/9/2026,) pukul 10.00 Wib.

Kedatangan tim disambut langsung oleh Wakapolres Pelalawan, Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M., beserta jajaran PJU Polres Pelalawan. Sambutan hangat tersebut menunjukkan sinergitas TNI-Polri dalam penanganan karhutla di Kabupaten Pelalawan.

Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dipimpin oleh Ketua Tim Brigjen TNI Dedi Zulkifli. Turut hadir Kolonel (U) Wahyu Cahyadi, Kolonel (U) Dadang, Kolonel (U) Destri, Letkol (L) Heri Sahroni, Mayor (Kav) Rosidi, Mayor (Arh) Demini Hefiri, Mayor Inf. Syaiful Husna, dan Kapten (Arh) Mujiono.

Dari Polres Pelalawan hadir Kabag SDM Kompol Handoko Sujaryanto, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Edy Haryanto, S.H., M.H., Kasat Polair AKP Mardani Tohanes, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Osben Samosir, S.H., Kasat Intelkam AKP Deddy Tobing, dan Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes, S.Sos.

Dalam pertemuan tersebut dibahas dampak dan faktor penyebab karhutla. Faktor utama meliputi kondisi cuaca, peristiwa alam, serta aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan tata ruang dan perkebunan. Upaya penanggulangan dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta mitigasi terhadap kelalaian manusia.

Ketua Tim Penyuluhan Mabes TNI, Brigjen TNI Dedi Zulkifli, menekankan pentingnya pengawasan secara konsisten dan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan secara berulang. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan saat terjadi kebakaran, tetapi harus diperkuat melalui patroli dan pemantauan secara berkelanjutan.

“Yang menjadi tantangan bersama adalah konsistensi pengawasan, patroli, dan langkah antisipatif. Tanpa itu, wilayah yang sama akan terus terbakar tiap tahun. Kementerian LHK sudah memberi perhatian mendalam terhadap pemicu karhutla di Pelalawan,” ujarnya.

Baca Juga:  Antisipasi Karhutla Dampak El-Nino 2026, Polres Kaur Gelar Apel Pasukan dan Cek Kesiapan Peralatan

Tim juga memaparkan bahwa dampak karhutla sangat merugikan, mulai dari kesiapsiagaan personel, mobilisasi sarana dan prasarana, dampak kesehatan akibat memburuknya polusi udara, hingga persoalan lingkungan seperti hutan terbakar, lahan rusak, dan satwa kehilangan habitat.

Menanggapi kegiatan tersebut, Wakapolres Pelalawan, Kompol Asep menegaskan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Koordinasi serta kesiapsiagaan di lapangan akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Pelalawan.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Tim Mabes TNI. Ini memperkuat sinergitas TNI-Polri di lapangan. Polres Pelalawan berkomitmen meningkatkan patroli dan kesiapan pemadaman, baik melalui pantauan langsung maupun aplikasi,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pesan pamit terkait perpindahan tugas Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K. Selama menjabat, telah banyak dilakukan upaya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan situasi aman dan kondusif. Diharapkan silaturahmi ini semakin memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam mencegah karhutla di Pelalawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *