NIAS SELATAN – Judicial Justice | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG 3 Lahusa mendapat apresiasi dari Kepala SD Negeri 071211 Helezalulu, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan.
Kepala SDN 071211 Helezalulu, Laus Defolis Daeli, S.Pd., menyampaikan apresiasi tersebut saat dikonfirmasi pers di gedung sekolah. Kamis (10/9/2026).
Menurut Laus Defolis Daeli, semenjak adanya program MBG yang disalurkan oleh SPPG 3 Lahusa, pihak sekolah selama ini tidak menemukan adanya kesalahan dalam penyaluran makanan bergizi tersebut.
Jumlah omprengan MBG yang diterima sekolah setiap hari, mulai Senin hingga Jumat, sebanyak 415 buah.
“Semenjak adanya MBG (makanan bergizi) yang disalurkan oleh SPPG 3 Lahusa, selama ini kami tidak menemukan adanya kesalahan,” ujar Laus Defolis Daeli.
Ia menilai keberadaan program MBG memberikan manfaat bagi siswa-siswi, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan makanan selama berada di sekolah.
Meski memberikan apresiasi, Kepala SDN 071211 Helezalulu juga menyampaikan sejumlah usulan untuk meningkatkan kualitas dan variasi menu MBG.
Salah satunya, ia berharap dalam menu MBG dapat ditambahkan air minum seperti air mineral dalam kemasan gelas. Selain itu, menu daging diharapkan dapat diganti-ganti agar siswa tidak menerima menu yang sama secara terus-menerus.
“Alangkah lebih baiknya bila di menu MBG tersebut ditambahkan air minum seperti Aqua gelas dan menu dagingnya diganti-ganti, jangan telur terus,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan adanya MBG, siswa-siswi dapat terbantu sekaligus mengurangi beban orang tua dalam menyediakan biaya untuk membeli makanan atau jajanan di luar sekolah.
Sementara itu, Kepala SPPG 3 Lahusa menyampaikan bahwa pihaknya juga menghadapi sejumlah kesulitan dalam melengkapi kebutuhan bahan makanan untuk menu MBG.
Kendala tersebut terutama berkaitan dengan ketersediaan daging, buah-buahan, ayam potong, ayam petelur, serta sayuran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Menurutnya, di wilayah Lahusa saat ini belum terdapat cukup UMKM yang bergerak dalam pemeliharaan ayam potong, ayam petelur, perkebunan buah-buahan, maupun produksi sayuran seperti kol yang mampu memenuhi kebutuhan SPPG.
“Selama ini kami belanja kebutuhan MBG tersebut selalu dari pihak ketiga yang dikirim dari luar Pulau Nias. Karena itu, harga belanja bahan pokok makanan MBG ini naik terus karena transportasi dan jasa pedagang,” ujar Kepala SPPG 3 Lahusa.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan menu MBG secara berkelanjutan.
Tokoh masyarakat Kecamatan Lahusa, Ama Santo Buulölö, turut memberikan tanggapannya mengenai pelaksanaan program MBG yang dikelola SPPG 3 Lahusa.
Ia menilai menu MBG yang diolah oleh SPPG 3 Lahusa sudah baik dan berkualitas serta sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.
“Menu MBG yang diolah oleh SPPG 3 Lahusa sangat baik dan berkualitas sesuai dengan yang diharapkan selama ini. Harapan kita semua supaya menu MBG tersebut dapat bervariasi untuk memenuhi makanan bergizi,” katanya.
Ama Santo juga berharap para guru maupun siswa-siswi sebagai penerima manfaat dapat menyampaikan secara langsung kepada pengelola apabila menemukan kekurangan dalam menu MBG.
Menurutnya, masukan tersebut penting agar pengelola dapat segera melakukan perbaikan dan pembaruan terhadap menu yang disediakan.
“Bila menemukan kelemahan dalam menu MBG yang disediakan oleh SPPG 3 Lahusa, diberitahukan kepada pengelola MBG tersebut supaya bisa diganti dan diperbarui. Jangan langsung diviralkan dan juga dibawa emosional, karena setiap manusia punya kelemahan dan kelebihan,” ujarnya.
Program MBG diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga dapat mendorong keterlibatan pelaku usaha dan pemasok bahan pangan lokal di wilayah Lahusa apabila ketersediaannya semakin berkembang.









