PEKANBARU – Judicial Justice | Wakil Sekretaris Umum Bidang Pembinaan Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Fakhri Pratama Ramadhan, menegaskan pentingnya penguatan sistem perkaderan sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan membentuk kualitas kader yang berintegritas, berintelektualitas, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Menurut Fakhri, perkaderan tidak boleh hanya dipandang sebagai proses regenerasi kepengurusan atau pelaksanaan kegiatan formal organisasi. Lebih dari itu, perkaderan merupakan proses pembinaan jangka panjang yang bertujuan membentuk karakter, kesadaran ideologis, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab sosial kader HMI.
Perkaderan sebagai Fondasi Organisasi
Fakhri memandang bahwa masa depan HMI sangat ditentukan oleh kualitas proses pembinaan yang dijalankan saat ini. Karena itu, perkaderan harus ditempatkan sebagai agenda strategis yang melibatkan seluruh elemen organisasi, mulai dari pengurus cabang, komisariat, hingga kader secara keseluruhan.
“Perkaderan bukan hanya tentang bagaimana melahirkan kader sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan setiap kader memiliki kualitas, integritas, dan kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam,” ungkap Fakhri.
Ia menilai, pembinaan anggota perlu diarahkan pada penguatan pemahaman terhadap sejarah, tujuan, dan identitas perjuangan HMI. Pemahaman tersebut harus berjalan beriringan dengan pengembangan intelektualitas melalui budaya membaca, berdiskusi, menulis, serta mengkaji berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan.
Perkaderan juga harus menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, kedisiplinan, akhlak, dan tanggung jawab organisasi. Dengan demikian, kader tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menjawab Tantangan Perkaderan di Era Modern
Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, Fakhri menilai HMI perlu mengembangkan pola pembinaan yang adaptif tanpa kehilangan identitas dan prinsip perjuangannya. Kader dituntut memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan umat dan bangsa, sekaligus mampu meresponsnya melalui pemikiran kritis dan tindakan yang bertanggung jawab.
Menurutnya, penguatan perkaderan tidak dapat dibebankan hanya kepada bidang pembinaan anggota. Dibutuhkan sinergi dan komitmen kolektif agar proses pembinaan berlangsung secara terarah, berkelanjutan, dan tidak berhenti setelah kegiatan formal perkaderan selesai dilaksanakan.
Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai keislaman harus tercermin dalam sikap dan perilaku kader sehari-hari. Penguasaan intelektual perlu disertai integritas moral, kepedulian sosial, serta kesediaan untuk mengabdikan pengetahuan dan kemampuan bagi kepentingan masyarakat.
Pengabdian tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan masyarakat, advokasi sosial, kegiatan kemanusiaan, serta keterlibatan dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi umat dan bangsa.
Mencetak Kader Berkualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Bagi Fakhri, keberhasilan perkaderan tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota yang berhasil direkrut atau kader yang mengikuti jenjang pelatihan formal. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana proses pembinaan mampu membentuk pribadi yang memiliki kedalaman intelektual, keteguhan nilai keislaman, integritas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
“Perkaderan bukan tentang siapa yang paling banyak merekrut, tetapi tentang bagaimana kita membentuk manusia yang mampu berpikir, berjuang, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen HMI Cabang Pekanbaru dapat terus memperkuat komitmen terhadap pembinaan anggota dengan membangun sistem perkaderan yang konsisten dan berorientasi pada kualitas. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan perjuangan organisasi sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Karena sejatinya, masa depan HMI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga oleh kualitas kader yang kita persiapkan untuk hari esok. Yakin Usaha Sampai!,” tutup Fakhri.
Sumber: HMI Cabang Pekanbaru









