Warga Resah di Tengah Dugaan Maraknya Penyalahgunaan Narkoba di Rantau Selatan

LABUHANBATU – JUDICIAL JUSTICE | Warga Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, semakin resah akibat maraknya dugaan aksi pencurian yang meresahkan lingkungan mereka. Bahkan, sebagian warga mengaku merasa takut ketika menyaksikan langsung aksi pencurian karena pelakunya diduga tidak segan-segan melontarkan ancaman.

Peristiwa terbaru dialami Dariter Ritonga, Ketua DPC LSM Elang Mas Labuhanbatu. Pada Minggu (1/11/2026), kandang ayam miliknya yang berada di Jalan HM Said, Kelurahan Pardamean, dibobol pencuri. Sebanyak 50 ekor ayam raib, sementara sejumlah kandang turut digondol pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Dariter mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp7,5 juta. Namun, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut kerugian materi, sebab sebagian ayam yang hilang merupakan titipan milik teman-temannya.

“Ayamnya bukan punya saya semua, ada titipan kawan-kawan. Kandang-kandangnya pun digondol,” ungkap Dariter dengan nada kecewa.

Menurut informasi yang disampaikan, personel Polsek Bilah Hulu bersama Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, dan kepala lingkungan (kepling) telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Meski demikian, warga berharap penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan lokasi. Mereka meminta aparat kepolisian meningkatkan upaya pengungkapan pelaku serta melakukan langkah nyata untuk mengembalikan rasa aman masyarakat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aksi pencurian di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan. Bahkan, menurut pengakuannya, pelaku berani mengancam warga yang memergoki mereka ketika sedang beraksi.

“Daerah kami ini rawan dan serawan-rawannya dari pelaku pencurian. Bahkan, pencuri tersebut mengancam saat kita melihat kalau dia lagi beraksi,” tuturnya.

Warga lainnya juga menyoroti dugaan keterkaitan penyalahgunaan narkoba dengan meningkatnya tindak kriminalitas di lingkungan mereka.

“Kenapa tidak merajalela, Pak? Orang itu sudah kena pompa, olenglah kena sabu sudah,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup H Husni Tamrin Apresiasi Sinergi TNI dan Masyarakat dalam TMMD ke-129

Keresahan tersebut memunculkan desakan agar aparat kepolisian tidak hanya menangani kasus pencurian, tetapi juga memperkuat pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Pardamean. Meski demikian, dugaan keterkaitan narkoba dengan aksi pencurian tersebut masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Sorotan juga disampaikan seorang tokoh pendidikan di Labuhanbatu. Ia menilai persoalan keamanan lingkungan dan dugaan peredaran narkoba harus menjadi perhatian serius Kapolres Labuhanbatu bersama jajaran Satuan Reserse Narkoba.

“Jangan cuma seremonial dalam pemberantasan narkoba. Jangan hanya menangkap bandar kelas teri, sementara bandar besarnya justru tidak tersentuh,” tegasnya.

Dariter Ritonga juga meminta Kapolres Labuhanbatu mengambil langkah serius dalam mengungkap dugaan jaringan peredaran narkoba yang dikeluhkan masyarakat Pardamean.

“Selama narkoba bebas, selama itu juga pencurian, begal, dan kejahatan lainnya akan terus ada. Ini lingkaran setan. Kami minta Kapolres Labuhanbatu serius, bongkar bandar besarnya di Pardamean, bukan hanya pencitraan tangkap pemakai,” tegas Dariter.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret kepolisian, baik dalam mengungkap kasus pencurian 50 ekor ayam tersebut maupun menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan peredaran narkoba.

Bagi warga Pardamean, persoalan ini bukan sekadar kehilangan harta benda. Lebih dari itu, mereka menginginkan lingkungan yang aman, sehingga tidak lagi dihantui rasa takut ketika beraktivitas maupun beristirahat di rumah sendiri.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Labuhanbatu dan Polsek Bilah Hulu belum memberikan keterangan resmi terkait kasus pencurian tersebut maupun keluhan warga mengenai dugaan peredaran narkoba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *