Nias Selatan – Judicial Justice | Dalam upaya memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, Bunda PAUD Kecamatan Somambawa, Nyonya Tiruhati Noveriusman Zebua, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “90 Menit Bersama Bunda PAUD”.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait di wilayah Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan.
Pada pelaksanaan acara itu turut dihadiri oleh Camat Somambawa, Bapak Noveriusman Zebua, S.H., M.M., perwakilan Dinas Pendidikan Kepala Bidang PAUD Pieter Orville Tatema Z, bu’ulolo dan PNF Kabupaten Nias Selatan beserta jajarannya, pengurus PKK Kecamatan Somambawa, Ketua Yayasan Emanuel Penabur Kasih, Kepala Sekolah beserta tenaga pendidik TK Swasta Emanuel, para orang tua murid, serta anak-anak PAUD yang menjadi pusat perhatian dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kecamatan Somambawa, Nyonya Tiruhati Noveriusman Zebua, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran seluruh pihak. Beliau menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dari seluruh jenjang pendidikan yang akan menentukan corak masa depan generasi bangsa, khususnya di Nias Selatan.
“Masa usia dini adalah masa emas (golden age) pertumbuhan dan perkembangan anak. Apa yang kita tanamkan hari ini di usia emas mereka akan menentukan corak masa depan Indonesia. Oleh karena itu, anak-anak membutuhkan perhatian, pendampingan, serta stimulasi pendidikan yang tepat,” ujar Nyonya Tiruhati.
Lebih lanjut, Bunda PAUD Kecamatan Somambawa juga menyoroti pentingnya program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beliau mengajak seluruh pendidik dan orang tua untuk bersama-sama menginternalisasikan tujuh kebiasaan baik ini dalam kehidupan sehari-hari anak, meliputi:
1. Bangun pagi untuk melatih kedisiplinan dan kesiapan diri.
2. Beribadah guna memperkokoh fondasi keimanan dan ketakwaan.
3. Berolahraga demi menjaga kesehatan dan keaktifan tubuh.
4. Makan sehat dan bergizi untuk memastikan kecukupan nutrisi otak.
5. Gemar belajar guna menumbuhkan rasa ingin tahu dan literasi dasar.
6. Bermasyarakat untuk mengasah kemampuan bersosialisasi dan rasa saling menghargai.
7. Tidur cepat agar waktu istirahat anak cukup demi tumbuh kembang yang seimbang.
Nyonya Tiruhati menekankan bahwa peran keluarga sangat sentral sebagai lingkungan utama dan “madrasah pertama” bagi anak. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi yang erat antara sekolah, orang tua, pengurus PKK, dan pemerintah setempat menjadi kunci utama pencapaian tersebut.
“Menanamkan tujuh kebiasaan baik tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Mari kita jadikan rumah dan sekolah sebagai lingkungan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan ramah. Kepada anak-anak tersayang, teruslah bermain, belajar, berkarya, dan bermimpi. Kalian adalah generasi emas Nias Selatan,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini ditutup dengan seruan komitmen bersama yakni :
“Satu Tim, Satu Tujuan, Wujudkan PAUD Bermutu untuk Semua!” serta ucapan slogan Nias Selatan, rumah kita.
Pewarta: Redianus Laia









