JUDICIALJUSTICE.COM – PELALAWAN | Layanan darurat Panggilan 110 Polres Pelalawan kembali menunjukkan fungsinya dalam situasi mendesak. Respons cepat aparat kepolisian membantu memberikan penanganan awal terhadap tiga remaja yang mengalami kecelakaan setelah diduga dikejar oleh beberapa orang di wilayah Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Peristiwa tersebut terjadi di dekat GOR Tengku Pangeran Pangkalan Kerinci. Selain penanganan kepolisian, para korban juga langsung mendapatkan pertolongan medis guna memastikan kondisi mereka, pada Selasa (28/7/2026).
Panggilan 110 Polres Pelalawan Terima Laporan Darurat
Tiga remaja yang diduga menjadi korban pengejaran oleh beberapa laki-laki yang diduga membawa senjata tajam meminta pertolongan kepada warga di Pangkalan Kerinci Barat. Saat berusaha menyelamatkan diri, mereka terjatuh dari sepeda motor di dekat GOR Tengku Pangeran, Pangkalan Kerinci.
Akibat kejadian tersebut, satu korban mengalami luka serius pada bagian kaki dan tangan, sementara dua korban lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis awal di Puskesmas BERKILAU Terusan Baru, Pangkalan Kerinci.
Salah seorang remaja perempuan yang berada di lokasi menceritakan situasi yang mereka alami saat meminta pertolongan.
“Tolong Pak, tolong Pak, kami dikejar sama beberapa orang laki-laki dekat KM 55. Mereka ada yang membawa senjata tajam. Saya terluka bersama teman-teman saya. Kami sedang mengendarai sepeda motor dan terus diikuti hingga akhirnya kami terjatuh,” tuturnya.
Tak lama setelah menerima laporan melalui layanan 110, personel Polres Pelalawan tiba di lokasi untuk melakukan penanganan, mengamankan situasi, sekaligus memastikan para korban memperoleh pertolongan.
Dugaan Motif Berawal dari Persoalan Hubungan Asmara
Menurut penuturan salah seorang teman korban yang mengalami luka, peristiwa tersebut diduga berawal dari persoalan hubungan asmara.
“Satu orang perempuan yang merupakan pacar seseorang yang diduga mengikuti mereka saat mengendarai sepeda motor. Karena hubungan mereka sudah berakhir, teman-teman saya menjadi ketakutan hingga akhirnya terjatuh. Sementara korban yang mengalami luka serius hanya menemani. Untung kami segera sampai ke lokasi dan berhasil membawa mereka keluar dari tempat itu. Sekitar enam orang laki-laki bersama pacar perempuan tersebut kemudian pergi ke arah kota,” jelasnya.
Keterangan tersebut merupakan penuturan saksi di lokasi. Dugaan motif maupun kronologi lengkap masih menunggu hasil penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Korban Masih Berstatus Pelajar dan Jalani Perawatan
Korban yang mengalami luka serius diketahui merupakan seorang pelajar kelas XI SMA dan masih di bawah umur. Menurut pihak keluarga, korban juga merupakan anak yatim piatu yang saat ini masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
Paman korban, Anto, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.
“Iya Pak, anak ini keponakan saya, anak yatim piatu. Kami sudah berdamai dengan keluarga laki-laki itu. Mereka juga bersedia membantu biaya pengobatan. Pihak sekolah juga sudah kami beri tahu karena anak ini masih menjalani perawatan,” ujar Anto.
Penanganan Kepolisian Tetap Dilakukan
Meski pihak keluarga menyatakan telah menempuh penyelesaian secara kekeluargaan, kehadiran personel Polres Pelalawan melalui layanan Panggilan 110 dinilai menjadi langkah cepat dalam memberikan rasa aman dan memastikan korban segera memperoleh pertolongan.
Masyarakat diimbau untuk mengedepankan penyelesaian persoalan secara bijaksana serta menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Apabila menemukan situasi darurat atau gangguan keamanan, masyarakat dapat segera memanfaatkan layanan 110 Polri agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.









