Banjir Rendam Jalan Sultan Syarif Hasim KM 55 Pangkalan Kerinci, Aktivitas Pengguna Jalan Terganggu

PELALAWAN – Judicial Justice | Genangan banjir yang merendam dua jalur Jalan Sultan Syarif Hasim KM 55 menuju kawasan Perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, menyulitkan pengguna jalan. Kondisi ini terutama dikeluhkan para pedagang yang mengangkut barang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sejak tahun 2024 lalu, titik rawan genangan air tersebut mulai dikeluhkan pengguna jalan. Kondisi itu bahkan telah mengundang perhatian pemerintah hingga dilakukan pemasangan box culvert sebagai upaya mengatasi persoalan aliran air di lokasi tersebut. Box culvert yang dipasang sebelumnya sudah berfungsi.

Pada Senin, 2 November 2026, saat tim media Judicialjustice.com hendak bersilaturahmi dengan Lurah Pangkalan Kerinci Barat, Yogi Setiawan, S.STP., M.Si., melalui percakapan panggilan WhatsApp, Lurah mengabarkan bahwa dirinya sedang meninjau lokasi jalan yang tergenang banjir di jalan umum menuju Pekanbaru.

Berdasarkan pemberitaan Tribunpekanbaru.com, genangan air muncul bukan karena intensitas hujan yang tinggi, melainkan akibat aliran air yang tertutup. Kondisi tersebut diduga merupakan dampak dari proyek pembangunan Mini Soccer Royal Golden yang berada tepat di seberang titik banjir.

“Kemarin adik saya mau jatuh karena banjirnya dalam. Karena pas turunan, motor pasti kencang,” kata Juanda (34), warga Pangkalan Kerinci kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (2/11/2026).

Menanggapi keluhan masyarakat terkait genangan air di Jalan Sultan Syarif Hasim KM 55 akibat dampak pembangunan Mini Soccer Royal Golden, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan turun tangan.

Ketua Tim Satgas Banjir Kabupaten Pelalawan, Fakhrizal, yang merupakan Asisten II Sekdakab, bersama Kepala Dinas PUPR Irham Nisbar, Kalaksa BPBD Zulfan, Camat Pangkalan Kerinci, Lurah Pangkalan Kerinci Barat, serta pihak lainnya turun langsung meninjau lokasi.

Baca Juga:  Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Terus Berkarya Demi Lingkungan Bersih

“Solusi sementara, parit yang tertutup tanah timbun dari pengembang Mini Soccer, digali kembali. Agar air kembali mengalir,” tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, Irham Nisbar, sebagaimana dikutip dari Tribunpekanbaru.com.

Bacaan Lainnya

Namun, persoalan genangan air di lokasi tersebut masih berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran pengguna jalan. Saat melakukan pemantauan pada Jumat (6/11/2026), tim media ini menemukan satu unit minibus mengalami gangguan mesin hingga tiba-tiba mati saat melintasi genangan banjir.

Di tengah teriknya matahari, sejumlah pemuda berusaha mendorong mobil tersebut di atas tanjakan. Namun, upaya itu tidak berhasil meskipun telah dilakukan selama beberapa jam.

“Tadi setelah melewati banjir ini, tiba-tiba mesin mati, sudah dicoba berkali-kali, belum bisa nyala mesinnya,” ujar pengemudi singkat sambil berusaha menyalakan mobilnya.

Selain genangan air, kondisi jalan berlubang yang tertutup banjir juga menjadi ancaman bagi pengendara. Beberapa kali terpantau kendaraan roda empat masuk ke lubang hingga menyebabkan material kendaraan berupa bumper patah dan terlepas. Kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Pekanbaru menuju Kota Pangkalan Kerinci.

Sementara itu, sejumlah kendaraan lainnya memilih putar balik karena tidak berani menerobos genangan air. Kondisi ini semakin menyulitkan kendaraan yang membawa muatan barang untuk mencapai tempat tujuan.

Akibatnya, aktivitas masyarakat, khususnya para pedagang dan pengguna jalan yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut barang, ikut terganggu. Persoalan genangan air yang telah dikeluhkan sejak 2024 itu pun membutuhkan penanganan agar akses jalan kembali aman dan lancar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *