Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan Tinjau Revitalisasi TK Cinta Damai Lahusa

NIAS SELATAN – Judicial Justice | 
​Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Nias Selatan, Militina Sokhiatulo Laia, meninjau pembangunan revitalisasi TK Cinta Damai sekaligus menggelar kegiatan “90 Menit Bersama Bunda PAUD” di Kecamatan Lahusa, Kamis (10/9/2026). Agenda ini dilaksanakan untuk memperkuat penyediaan sarana prasekolah dan mendorong pemenuhan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUDHI) di daerah.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan aktivitas edukatif bagi murid TK Cinta Damai, meliputi sesi mendongeng, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengenalan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh narasumber Miss Given Fredella.

​Militina Sokhiatulo Laia menegaskan bahwa revitalisasi fisik TK Cinta Damai bertujuan menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Langkah ini sejalan dengan konsep PAUDHI yang mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.

​“PAUDHI tidak dapat diwujudkan oleh sekolah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, desa, guru, tenaga kesehatan, orang tua, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Satu anak adalah tanggung jawab kita bersama,” tutur Militina.

​Militina juga mengajak para orang tua mendukung Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah serta mengimbau para pendidik agar fokus pada pembelajaran yang berpusat pada anak.

​“Jangan jadikan baca, tulis dan hitung sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan anak PAUD. Biarkan anak-anak kita tumbuh, bermain, belajar dan bahagia,” ujarnya.

​Monitoring pembangunan dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana TK Cinta Damai dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Lahusa.

​​Kegiatan ini diikuti oleh jajaran TP PKK Kabupaten Nias Selatan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nias Selatan, Camat Lahusa Sokhiso Baene, Bunda PAUD Kecamatan Lahusa, Kepala Desa Hiliabolata Faonasökhi Amz, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, tokoh agama, guru, serta orang tua murid.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Penyaluran BLT Kesra di Pelalawan Disorot, LEMBAGA INPEST Nilai Tidak Tepat Sasaran

Pewarta : Redianus Laia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *