Satu Persatu Program Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terealisasi, Buahkan Kepuasan Masyarakat

JUDICIALJUSTICE.COM – Pekanbaru | Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar terus menunjukkan progres pembangunan yang terukur dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Berbagai program kerja yang dijanjikan mulai terealisasi secara bertahap dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Dalam satu tahun terakhir, arah pembangunan Kota Pekanbaru dinilai semakin terstruktur. Pemerintah kota fokus membenahi pelayanan publik, infrastruktur, lingkungan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pemerintah kota berkomitmen memastikan setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami ingin pembangunan berjalan terarah, pelayanan semakin dekat, dan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Agung. Kamis (7/5/2026).

Sejumlah kebijakan strategis yang langsung dirasakan masyarakat di antaranya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor, gerakan Serbu Sampah, pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan, serta penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.

Pemko Pekanbaru juga melakukan penertiban terhadap 175 tiang reklame guna memperbaiki tata kota. Di bidang pelayanan publik, pemerintah menghadirkan Mobil AMAN sebagai layanan administrasi kependudukan bergerak yang memudahkan masyarakat mengurus dokumen.

Menurut Agung, persoalan lingkungan dan banjir menjadi fokus utama pemerintah kota melalui langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin pembangunan hanya menjadi wacana. Karena itu, persoalan mendasar seperti sampah, banjir, infrastruktur jalan, hingga pelayanan administrasi terus kami benahi secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam penanganan banjir, pemerintah kota melakukan penanganan di 20 titik rawan banjir melalui normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Mahasiswa dan Masyarakat Dukung Bappeda Pelalawan Tindak Tegas Perusahaan Tak Laporkan CSR

Komitmen terhadap lingkungan hidup diperkuat melalui penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan. Pemerintah kota juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi pengelolaan sampah modern.

“Komitmen kami adalah menciptakan Pekanbaru yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing. Penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, hingga pengembangan waste to energy menjadi bagian dari langkah menuju kota yang berkelanjutan,” ungkap Agung.

Di sektor pendidikan, Pemko Pekanbaru menggulirkan program beasiswa mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an. Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar persoalan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

Pemerintah kota juga membantu penyelesaian persoalan ijazah tertahan serta perlengkapan sekolah. Dalam mendukung wajib belajar 13 tahun, Pemko Pekanbaru telah mewujudkan program satu PAUD satu kelurahan yang diintegrasikan dengan layanan posyandu.

Agung menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas penting pemerintah kota dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

“Kami percaya pembangunan kota harus dimulai dari pembangunan manusianya. Karena itu pendidikan, kesehatan, penanganan stunting, hingga perlindungan anak menjadi perhatian serius pemerintah,” sebutnya.

Langkah tersebut diperkuat melalui pelatihan kader posyandu sebagai bagian dari strategi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang. Pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pada bidang keagamaan dan budaya, Pekanbaru berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau serta sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk menghidupkan nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

Gaya hidup sehat turut didukung melalui pelaksanaan Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat program Rp100 juta per RW.

Baca Juga:  Dorong Mustahik Mandiri, Pemkab Siak dan BAZNAS Resmikan Pelatihan Micropreneur

Pemerintah kota juga memperkuat kapasitas aparatur melalui pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta pemberian tunjangan kinerja ke-14.

Di sektor infrastruktur, capaian pembangunan disebut melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan fasilitas wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemko Pekanbaru menggelar bazar pangan murah di 50 lokasi. Dari sisi tata kelola pemerintahan, utang warisan sebesar Rp467 miliar berhasil dilunasi dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

“Alhamdulillah, utang warisan daerah dapat diselesaikan dan pelayanan publik terus kami percepat. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, cepat, dan transparan,” jelas Agung.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan masyarakat, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.

Atas berbagai capaian tersebut, Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mengakselerasi Program Strategis Nasional (PSN). Di antaranya pengembangan program Makan Bergizi Gratis melalui 27 dapur umum, pembentukan 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum di setiap kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard di sekolah negeri, hingga pengembangan Sekolah Rakyat.

Program pengentasan kemiskinan terus diperkuat melalui pemberdayaan UMKM. Sementara pada sektor perumahan, pemerintah membangun 42 unit rumah layak huni baru dan merehabilitasi 12 unit rumah.

Di bidang energi, Pekanbaru kini telah memiliki sekitar 20 ribu sambungan rumah jaringan gas kota sebagai bagian dari pembangunan energi berkelanjutan. ADV.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *