Pihak Sekolah Bungkam, Dugaan Petugas TU SDN Bernas Binsus Terima Uang MBG Jadi Sorotan

JUDICIALJUSTICE.COM – Pelalawan | Dugaan adanya petugas Tata Usaha (TU) di SDN Bernas Binsus, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, yang menerima uang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik.

Sorotan tersebut mencuat setelah muncul dugaan makanan MBG bermasalah, mulai dari makanan diduga berulat, roti berjamur hingga keterlambatan distribusi makanan kepada siswa. Di tengah polemik itu, muncul keterangan dari sumber yang menyebut adanya pemberian uang kepada petugas penerima MBG di sekolah.

Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, persoalan distribusi MBG di sekolah tersebut disebut sudah beberapa kali terjadi namun tidak pernah dipermasalahkan secara serius.

“Itu orang TU di tempat kami Bang, dia perempuan dan dua laki-laki. Itu dulu pernah juga ada roti berjamur. Tak pernah ada istilahnya ribut lah. Yang kedua keterlambatan datang MBG, sering juga itu dulu terjadi, anak-anak mau pulang baru datang MBG. Itulah orang itu dapat istilahnya uang per minggu atau 10 hari, nggak pernah naik ke luar sampai berjamur dan terlambat datang anak-anak itu sering enggak makan,” ungkap sumber tersebut.

Pengelola Dapur MBG Akui Terima Informasi Dugaan Makanan Berulat

Hasil konfirmasi media ini kepada pihak pengelola dapur MBG di Pangkalan Kerinci melalui Asisten Agung Prayoga pada Selasa (12/5/2026), membenarkan bahwa informasi terkait dugaan makanan berulat tersebut telah diterima dari pihak sekolah.

“Iya saya asisten, dan informasi itu benar kami sudah menerima. Tetapi kami tidak tau apakah karena ompreng yang tercampur. Terkait MBG perporsinya Rp15.000. Sepengetahuan saya yang dibagikan kepada siswa kelas 3 ke bawah sampai ke TK seharga Rp8.000 perporsi, dan kelas 4 ke atas Rp10.000 perporsi. Sehingga keuntungan lebih kurang Rp5.000 dan Rp2.000 untuk pengelola dapur MBG serta Rp3.000 untuk biaya operasional,” jelas Agung.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa Telayap Jadi Momentum Kebangkitan Peran Pemuda Desa

Keterangan tersebut semakin memperkuat perhatian publik terhadap sistem pengawasan kualitas makanan MBG sebelum dibagikan kepada siswa di sekolah.

Petugas Penerima MBG Akui Tidak Pernah Mengecek Makanan

Saat dikonfirmasi media ini, salah seorang petugas penerima MBG di SDN Bernas Binsus mengaku dirinya tidak pernah melakukan pengecekan terhadap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada siswa.

Bacaan Lainnya

“Saya hanya memasukan rantang ke situ dan menerima rantang udah selesai. Saya tidak menengok-nengok MBG. Pokoknya pak saya nggak tau menahu soal MBG, yang saya tau hanya menerima MBG. Dan soal masalah apapun tanyakan sama yang bersangkutan. Pokoknya saya menerima MBG, saya kasih sama anak, sudah selesai, itu tugas saya pak,” ujarnya.

Bahkan saat ditanya apakah dirinya pernah memeriksa menu makanan MBG sebelum diberikan kepada murid, petugas tersebut kembali menegaskan tidak pernah melakukan pengecekan.

“Saya nggak check ini MBG, menunya pun saya nggak check, dah dimakan dah selesai. Pokoknya pak saya tidak bersangkutan dengan siapapun disini yang saya menerima MBG,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena makanan yang dikonsumsi siswa seharusnya dipastikan dalam kondisi layak, higienis dan aman sebelum dibagikan kepada peserta didik.

Pihak Sekolah Masih Bungkam

Media ini telah dua kali mendatangi SDN Bernas Binsus untuk meminta klarifikasi langsung terkait dugaan makanan MBG bermasalah serta dugaan adanya petugas TU yang menerima uang dari program MBG.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah belum berhasil ditemui. Salah seorang guru di sekolah menyebut Kepala Sekolah sedang memiliki kegiatan di luar sekolah, sementara Wakil Kepala Sekolah sedang mengikuti kegiatan Kepramukaan.

Baca Juga:  Robi Junipa Terpilih Jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako

Selain mendatangi sekolah secara langsung, awak media juga telah melayangkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala SDN Bernas Binsus, Irwan, pada Jumat (15/5/2026).

Dalam konfirmasi tersebut, media ini menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait dugaan MBG bermasalah di sekolah tersebut, di antaranya:

1. Apakah benar terdapat dugaan menu MBG berulat di SDN Bernas Binsus?

2. Jika benar, langkah apa yang telah dilakukan pihak sekolah, termasuk koordinasi dengan pihak dapur MBG?

3. Bagaimana pihak sekolah menjamin keamanan dan kelayakan makanan yang diterima dari pihak dapur MBG sebelum dibagikan kepada murid?

4. Apakah benar guru yang ditugaskan menerima dan membagikan MBG tidak berkewajiban mengecek kondisi makanan sebelum dikonsumsi siswa?

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah masih belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi atas pertanyaan yang disampaikan media.

Dugaan MBG Bermasalah Jadi Perhatian Publik

Kasus dugaan MBG bermasalah di SDN Bernas Binsus kini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan distribusi makanan MBG di sekolah, termasuk menelusuri dugaan adanya aliran uang kepada oknum tertentu dalam pelaksanaan program tersebut.

Selain itu, publik juga meminta pihak sekolah dan instansi terkait lebih terbuka terhadap konfirmasi media agar persoalan ini dapat dijelaskan secara transparan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *